Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) meluncurkan Aplikasi SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) Versi 4. Sistem Pelelangan secara Elektronik yang biasa disebut dengan SPSE merupakan aplikasi yang digunakan untuk e-tendering.

Dalam rangka mensosialisasikan penggunaan aplikasi tersebut LKPP pun telah melakukan Workshop dan Management Training LPSE dengan materi SPSE Versi 4, SIKaP, EKontrak Non E-Tendering, E- Lelang Cepat dan E-Purchasing pada 18-Agustus-2015 – 20-Agustus-2015 di Ruang Training Direktorat PSPSE – LKPP, SME TOWER (Gedung SMESCO UKM) Lantai 17 Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 94, Jakarta Selatan dengan jumlah peserta 48 orang dari 17 LPSE.


Dalam Aplikasi SPSE Versi 4 terdapat beberapa fitur baru diantaranya : 1. Integrasi pembuatan paket dengan aplikasi SIRUP yaitu pembuatan paket yang sudah terasosiasi dengan e–RUP, dokumen lelang dibuat secara elektronik melalui aplikasi SPSE, syarat penawaran sudah tersedia (terperinci) pada aplikasi. 2. Standar Dokumen Pengadaan elektronik yaitu pemasukan/pembukaan dokumen penawaran, proses enkripsi (deskripsi file penawaran) dilakukan oleh system, penawaran dikirim dengan mengisi form atau upload dokumen melalui APENDO versi 4 dan harga penawaran peserta akan tampil otomatis di aplikasi.

Pengambilan keputusan menggunakan prinsip collective collegial dan koreksi aritmatik otomatis (pada proses evaluasi harga, koreksi aritmatik dilakukan secara otomatis oleh aplikasi), evaluasi kualifikasi sudah menggunakan Vendor Management System. Aplikasi SPSE sudah menginformasikan secara terperinci hasil evaluasi. 3. e-Kontrak yaitu pembuatan dan manjemen pelaksanaan kontrak dapat dilakukan dengan menggunakan e-kontrak. Aplikasi e-kontrak: generate dokumen kontrak, dokumentasi pelaksanaan kontrak, berita acara digenerate melalui aplikasi.

Adapun kelebihan fitur baru pada SPSE versi 4.0 dibandingkan dengan versi. 3.5.0 sebagai berikut:
1) Interkoneksi dengan Sistem Lain seperti interkoneksi dengan Direktorat Jendral Pajak, interkoneksi dengan SPAN (Sistem Pernebdaharaan dan Anggaran Negara), interkoneksi dengan E-Government Pemerintah Daerah pilot project dengan Pemkot Surabaya. 2) Teknologi Clustering yaitu Sistem yang memungkinkan
2 server atau lebih bekerja secara bersamaan jika satu server mati maka server yang lain akan menggantikan.
3) Data warehouse merupakan pengembangan lanjutan Smart-Report, LKPP mengambil data-data terkait pengadaan dari semua LPSE dan dimasukkan ke DW, DW dapat digunakan untuk monitoring dan evaluasi pengadaan.
4) Konsolidasi Data meliputi : a. Kodifikasi satuan kerja b. Verifikasi kode anggaran c. Verifikasi NPWP d. Klasifikasi paket berdasarkan jenis pekerjaan e. Pengisian lokasi pekerjaan.
5) Penerapan OSD (Otoritas Sertifikat Digital) Setiap penyedia, panitia, ULP, PPK, akan mendapat sertifikat digital, Sertifikat dikeluarkan oleh Lembaga Sandi Negara, Setiap dokumen pengadaan maupun dokumen penawaran akan memiliki tanda tangan digital.
Diharapkan dengan dimukhtakhirkannya Aplikasi SPSE versi 4 dapat menyempurnakan aplikasi sebelumnya dan sesuai dengan prinsip dasar dari SPSE yaitu untuk meminimalisir adanya intervensi yang terjadi pada proses pengadaan barang/jasa, hal ini dapat dilakukan dengan mengurangi tatap muka baik itu antara Panitia / ULP dengan Penyedia ataupun Panitia /ULP dengan Pengguna Anggaran atau PPK.

Bahkan pada SPSE, penyedia yang mengikuti lelang paket pekerjaan tidak langsung dapat diketahui oleh Panitia, sampai pada tahapan pembukaan penawaran. Selain itu penggunaan SPSE ini dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya hingga 20 %. Bayangkan saja, dengan adanya SPSE, penyedia tidak perlu keluar biaya, tenaga dan waktu untuk proses Aanwijzing, mereka hanya perlu online melalui media apapun yang tersedia untuk mengikuti proses Aanwijzing. Pengadaan secara elektronik diharapkan akan mewujudkan pengadaan barang/jasa yang efisien, efektif, akuntabel, adil, non diskriminatif, terbuka, bersaing, transparan serta aman, sehingga secara luas akan terwujud tujuan dari good governance.

DENIFISI MC 100%

Selamat Pagi kawan Teknik Sipil, pada waktu yang lalu saya membuat artikel yang berjudul Cara Membuat Mutual Check Nol ( MC 0% ) dan hari ini saya akan membahas tentang Cara membuat mutual check seratus atau yang sering biasa kita sebut dengan MC 100%, apa itu mutual check seratus?… mutual check Seratus adalah suatu bentuk laporan setiap jenis item uraian pekerjaan yang dilengkapi dengan Berita Acara Pemeriksaan Lapangan Bersama (MC 100%), Berita Acara Serah Terima Lapangan (BA MC 100%), Schedule, Dan Rekap MC 100%. Mutual check seratus (MC 100%) pasti akan kita jumpai pada saat selesainya suatu pekerjaan dan ini menjadi salah satu kelengkapan yang wajib dibuat dan dilaksanakan karena ini akan sebagai kontrol terhadap pekerjaan yang telah kita laksanankan apakah sesuai atau tidak dengan MC 0%, jadi MC 0% dengan MC 100% bisa dikatakan hampir sama dan memiliki hubungan yang sangat penting.

Seperti halnya Membuat mutual check nol (MC 0%) begitu pula mutual check seratus (MC 100%) secara umumnya akan di sesusaikan dengan standarisasi harga satuan yang telah di tetapkan pada proses Pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) atau pada saat melakukan penawaran (pelelangan) sehingga kita tidak bisa asal merubah atau menentukan harga sendiri. Garis besar dari pembuatan mutual check adalah berupa laporan prosentase (%) dari semua item pekerjaan yang akan dilaksanakan.

ISI MC 100%

Pada mutual check seratus (MC 100%) memiliki beberapa bagian yang perlu kita ketahui yaitu:

  • Nama Paket pekerjaan dan Alamat
  • Jenis uraian pekerjaan
  • Harga Satuan
  • Volume Kontrak

Pada Nama Paket pekerjaan dan Alamat ini merupakan hal penting sebagai pengenal atau identitas suatu proyek dalam pembuatan MC 100% kita, sehingga tidak mungkin suatu proyek tanpa memiliki nama.

Pada jenis uraian pekerjaan ini yang kita kenal pada umumnya terdapat beberapa bagian yang akan di hitung seperti, mobilisasi, manajemen dan keselamatan, pengalaman lingkungan hidup, manajemen mutu.dan lain sebagainya.

Pada harga satuan pada umumnya kita mengenal yang namanya ukuran ataupun satuan misalnya, Ls, zak, m, ton, kg, liter, buah, jam, buah dan lain sebagainya. Harga satuan sangatlah penting karena berpengaruh besar terhadap harga terutama bahan.

Pada volume kontrak, untuk volume kontrak ini pada umumnya juga sudah di tetapkan dan ini sangat berhubungan dengan harga satuan sehingga harga ataupun volume setiap pekerjaan dapat di pekirakan pada setiap jenis pekerjakan yang telah dilaksanakan. Disini tidak boleh berbeda dengan mc 0% Kalaupun harus berbeda jumlah volume maka harus dituangkan dalam CCO maka sebelum itu harus diawali dengan perhitungan volume MC 0% atau backup volume 0% secara jelas dan benar bila mana ada orang yang awam bisa melihat selisih dari volume pekerjaan, jadi kalau pada saat ditengah – tengah pelaksanaan ada addendum atau tambah kurang pekerjaan maka kita harus membuat lagi MC 0% lalu dilanjutkan MC 100% dan lamporannya.

Untuk yang lebih jelasnya mutual check seratus (MC 100%) ini sebuah bentuk laporan dari semua jenis pekerjaan antara kontrak kerja dan kajian atau Perhitungan teknis yang direncanakan dan akan dilaksanakan dilapangan. Jadi dengan membuat mutual check seratus kita bisa mengetahuai setiap perbandingan dengan volume kontrak kerja dengan kajian atau perhitungan teknis yang akan dilaksanakan atau hasil dilanpangan.

Dan persentase pekerjaan tambah kurang setiap pekerjaan itu di ketahui , perbandingan antara volume kontrak dengan kajian tekniks pada umumnya tidak jauh berbeda dan hasil antara volume kontrak dengan volume kajian teknik sama – sama 100 % atau klop.

Dan jangan lupa setelah membuat mc 100% segeralah mengurus jaminan pemeliharaan yang secara umum jangka waktunya adalah 180 hari setelah p1 dan mc 100%.

Sekian artikel dari saya bila mana ada kekeliruan dalam menulis mohon untuk koreksinya, sehingga ilmu itu tetap mengalir bagaikan air yang akan menyirami tanah ini. Terimakasih

DISKRIPSI FAS (Faktor Air Semen)

Faktor air semen adalah sesuatu hal terpenting didalam pembentukan beton. Beton adalah bahan bangunan yang banyak digunakan pada konstruksi, karena konstruksi beton memiliki beberapa kelebihan diantaranya: bahan dasar yang mudah diperoleh, tahan terhadap aneka macam cuaca, lebih praktis dan murah dalam pelaksanaan, dan perawatannya relatif praktis. Kekuatan beton tergantung pada perbandingan FAS (Faktor Air Semen) dan memiliki ketahanan terhadap api yang lebih unggul dibandingkan material lain, sehingga mengalami penurunan kekuatan dan modulus elastisitas sehabis dibakar.

TUJUAN FAS (Faktor Air Semen)

Tujuan berasal kajian ini ialah buat mengetahui sejauh mana dampak bertenaga tekan serta modulus elastisitas beton terhadap variasi FAS (faktor air semen) pada campuran beton pasca bakar. Berasal variasi tersebut diperoleh kurva korelasi tegangan regangan yg memperlihatkan perbedaan di tiap-tiap perlakuan. Sebagai akibatnya, berasal persamaan kurva tersebut diperoleh nilai modulus elastisitas beton.

Baca Juga : Apakah Itu Semen (Cement) dan Jenis jenis Semen Pada Saat Ini ?…

Jumlah benda uji sebesar 60 benda uji berbentuk silinder serta diameter 15 centimeter serta tinggi 30 cm kemudian dilakukan pengujian tegangan serta regangan sampai benda uji hancur. Yang akan terjadi pengujian menunjukkan FAS (Faktor Air Semen) 0.48, 0.54, 0.60 prosentase kekuatan sisa dampak pembakaran beton di suhu 400◦C didapat 66.80%, 89.92%, 63.21%, suhu 600◦C didapat 46.33%, 54.57%, 36.98%, dan suhu 800◦C didapat 15.06%, 17.67%, 6.29%. Hasil uji modulus elastisitas beton Fas 0.48, 0.54, 0.60 prosentase sisa modulus elastisitas akibat pembakaran beton di suhu 400◦C didapat 69.87%, 73.63%, 73.82%, suhu 600◦C didapat 25.53%, 21.81%, 19.67%, dan suhu 800◦C didapat 2.77%, 1.51%, 0.22%. Buat mengetahui seberapa besar impak modulus elastisitas beton pasca bakar maka diuji memakai metode statistik Annova (analysis of variance) 2 arah.

Baca Juga : Apakah Pengertian Aspal itu?

Meningkat nilai Fas (faktor air semen) pada adonan beton maka nilai bertenaga tekan dan modulus elastisitas akan semakin rendah. Korelasi antara bertenaga tekan dengan modulus elastisitas beton pasca bakar yaitu meningkat nilai bertenaga tekannya, maka meningkat pula modulus elastisitasnya.

Sekian artikel dari saya bila mana ada kekeliruan dalam menulis mohon untuk koreksinya, sehingga ilmu itu tetap mengalir bagaikan air yang akan menyirami tanah ini. Terimakasih

Keyword : FAS (Faktor Air Semen), Suhu Tinggi, Kuat Tekan, Modulus Elastisitas Beton.

DENIFISI MC 0%

Selamat Siang kawan Teknik Sipil, hari ini saya akan membahas tentang Cara membuat mutual check nol atau yang sering biasa kita sebut dengan MC 0%, apa itu mutual check nol ?… mutual check nol adalah suatu bentuk laporan setiap jenis item uraian pekerjaan yang dilengkapi dengan Berita Acara Pemeriksaan Lapangan Bersama (MC 0%), Berita Acara Serah Terima Lapangan (BA MC 0%), Schedule, Dan Rekap MC 0%. Mutual check nol (MC 0%) pasti akan kita jumpai pada saat melaksanakan suatu pekerjaan dan ini menjadi salah satu kelengkapan yang wajib dibuat dan dilaksanakan karena ini akan berpengaruh terhadap pekerjaan yang akan kita laksanankan apakah mengalami perubahan Misal volume bertamabah atau berkurang dan apakah tetap.

Membuat mutual check nol (MC 0%) secara umumnya akan di sesusaikan dengan standarisasi harga satuan yang telah di tetapkan pada proses Pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) atau pada saat melakukan penawaran (pelelangan) sehingga kita tidak bisa asal merubah atau menentukan harga sendiri. Garis besar dari pembuatan mutual check adalah berupa laporan prosentase (%) dari semua item pekerjaan yang akan dilaksanakan.

Baca Juga : Sebuah Arti Helm safety warna dan fungsinya

ISI MC 0%

Pada mutual check nol (MC 0%) memiliki beberapa bagian yang perlu kita ketahui yaitu:

    • Nama Paket pekerjaan dan Alamat

    • Jenis uraian pekerjaan

    • Harga Satuan

  • Volume Kontrak

Pada Nama Paket pekerjaan dan Alamat ini merupakan hal penting sebagai pengenal atau identitas suatu proyek dalam pembuatan MC 0% kita, sehingga tidak mungkin suatu proyek tanpa memiliki nama.

Pada jenis uraian pekerjaan ini yang kita kenal pada umumnya terdapat beberapa bagian yang akan di hitung seperti, mobilisasi, manajemen dan keselamatan, pengalaman lingkungan hidup, manajemen mutu.dan lain sebagainya.

Pada harga satuan pada umumnya kita mengenal yang namanya ukuran ataupun satuan misalnya, Ls, zak, m, ton, kg, liter, buah, jam, buah dan lain sebagainya. Harga satuan sangatlah penting karena berpengaruh besar terhadap harga terutama bahan.

Pada volume kontrak , untuk volume kontrak ini pada umumnya juga sudah di tetapkan dan ini sangat berhubungan dengan harga satuan sehingga harga ataupun volume setiap pekerjaan dapat di pekirakan pada setiap jenis pekerjakan yang akan dilaksanakan. Kalaupun harus berbeda jumlah volume maka harus dituangkan dalam CCO maka sebelum itu harus diawali dengan perhitungan volume MC 0% atau backup volume 0% secara jelas dan benar bila mana ada orang yang awam bisa melihat selisih dari volume pekerjaan.

Untuk yang lebih jelasnya mutual check nol (MC 0%) ini sebuah bentuk laporan dari semua jenis pekerjaan antara kontrak kerja dan kajian atau Perhitungan teknis yang direncanakan dan akan dilaksanakan dilapangan. Jadi dengan membuat mutual check nol kita bisa mengetahuai setiap perbandingan dengan volume kontrak kerja dengan kajian atau perhitungan teknis yang akan dilaksanakan.

Dan persentase pekerjaan tambah kurang setiap pekerjaan itu di ketahui , perbandingan antara volume kontrak dengan kajian tekniks pada umumnya tidak jauh berbeda dan hasil antara volume kontrak dengan volume kajian teknik sama – sama 100 % atau klop.

Baca Juga : Cara Membuat Mutual Check Nol ( MC 100% )

Sekian artikel dari saya bila mana ada kekeliruan dalam menulis mohon untuk koreksinya, sehingga ilmu itu tetap mengalir bagaikan air yang akan menyirami tanah ini. Terimakasih

Cement

Semen atau Cement adalah zat yang digunakan untuk merekat batu, bata, batako, maupun bahan bangunan lainnya. Semen diproduksi secara masal sebuah industry semen. Karena ketersuaian kebutuhan konsumen, maka para pengusaha pengusaha industri semen selalu berusaha untuk memenuhinya dengan cara berbagai penelitian yang cukup panjang, sehingga pada akhir ditemukan berbagai jenis jenis semen (cement). Mungkin dari kalian ada yang tahu atau belum, yaitu:
1. Semen Portland
2. Water proofed cement
3. Semen Putih
4. High Alumina Cement
5. Semen Anti Bakteri
6. Oil Well Cement (OWC)
7. Semen Campur SEMENT PORTLAND (OPC)

SEMEN PORTLAND (PORTLAND CEMENT)

Semen portland diklasifikasikan dalam 5 tipe yaitu :
1. Tipe I (Ordinary Portland Cement) Semen Portland untuk penggunaan umum yang tidak harus memerlukan persyaratan khusus seperti yang dipersyaratkan pada tipe-tipe lain. Tipe semen ini paling banyak diproduksi dan banyak dipasaran, missal Semen Gresik (PC), Holsim (PC), Tiga Roda (PC), dll.
2. Tipe II (Moderate sulfat resistance) Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan terhadap sulfat atau panas hidrasi sedang. Tipe II ini mempunyai panas hidrasi yang lebih rendah dibanding semen Portland Tipe I. Pada daerah–daerah tertentu dimana suhu agak tinggi, maka untuk mengurangi penggunaan air selama pengerjaan dan pengeringan agar tidak terjadi Srinkege (penyusutan) yang terlalu besar perlu ditambahkan sifat moderat “Heat of hydration”. Semen Portland tipe II ini sangat disarankan untuk dipakai pada bangunan seperti bendungan, dermaga dan landasan berat yang ditandai adanya kolom-kolom dan dimana bagunan yang memiliki proses hidrasi rendah.
3. Tipe III (High Early Strength) Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan kekuatan yang tinggi pada tahap permulaan setelah pengikatan terjadi.Semen tipe III ini dibuat dengan kehalusan yang tinggi blaine biasa mencapai 5000 cm2/gr dengan nilai C3S nya juga sangat tinggi. Beton yang dibuat dengan menggunakan semen Portland tipe III ini dalam waktu 24 jam dapat mencapai kekuatan yang sama dengan kekuatan yang dicapai semen Portland tipe I pada umur 3 hari, dan dalam umur 7 hari semen Portland tipe III ini kekuatannya menyamai beton dengan menggunakan semen portlan tipe I pada umur 28 hari
4. Tipe IV (Low Heat Of Hydration) Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan panas hidrasi rendah. Penggunaan semen ini banyak ditujukan untuk struktur Concrette (beton) yang massive dan dengan volume yang besar, seprti bendungan, dam, lapangan udara. Dimana kenaikan temperatur dari panas yang dihasilkan selama periode pengerasan diusahakan seminim mungkin sehingga tidak terjadi pengembangan volume beton yang bisa menimbulkan sebuah cracking (retak). Pengembangan kuat tekan (strength) dari semen jenis ini juga sangat lambat jika dibanding semen portland tipe I
5. Tipe V (Sulfat Resistance Cement) Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan tinggi terhadap sulfat. Semen jenis ini sangat cocok digunakan untuk pembuatan beton pada daerah yang tanah dan airnya mempunyai kandungan garam sulfat tinggi seperti: air laut, daerah tambang, air payau dsb

WATER PROOFED CEMENT

Water proofed cement adalah campuran yang homogen antara semen Portland dengan “Water proofing agent”, dalam jumlah yang kecil seperti: Calcium, Aluminium, atau logam stearat lainnya. Semen ini banyak dipakai untuk konstruksi beton yang berfungsi menahan tekanan hidrostatis, misalnya tangki penyimpanan cairan kimia.

WHITE CEMENT (SEMEN PUTIH)

Semen putih dibuat umtuk tujuan dekoratif, bukan untuk tujuan konstruktif. Pembuatan semen ini membutuhkan persyaratan bahan baku dan proses pembuatan yang khusus, seperti misalnya bahan mentahnya mengandung oksida besi dan oksida manganese yang sangat rendah (dibawah 1 %).

HIGH ALUMINA CEMENT

High Alumina cement dapat menghasilkan beton dengan kecepatan pengersan yang cepat dan tahan terhadap serangan sulfat, asam akan tetapi tidak tahan terhadap serangan alkali. Semen tahan api juga dibuat dari High Alumina Cement, semen ini juga mempunyai kecepatan pengerasan awal yang lebih baik dari semen Portland tipe III. Bahan baku semen ini terbuat dari batu kapur dan bauxite, sedangkan penggunaannya adalah antara lain: o Rafractory Concrette o Heat resistance concrete o Corrosion resistance concrete

SEMEN ANTI BAKTERI (CEMENT UNBACTERIA)

Semen anti bakteri adalah campuran yang homogen antara semen Portland dengan “anti bacterial agent” seperti germicide. Bahan tersebut ditambahkan pada semen Portland untuk “Self Desinfectant” beton terhadap serangan bakteri dan jamur yang tumbuh. Sedangkan sifat-sifat kimia dan fisiknya hampir sama dengan semen Portland tipe I. Penggunaan semen anti bakteri antara lain: o Kamar mandi o Kolam-kolam o Lantai industri makanan o Keramik o Bangunan dimana terdapat jamur pathogenic dan bakteri

OIL WELL CEMENT

Oil well cement adalah semen Portland semen yang dicampur dengan bahan retarder khusus seperti asam borat, casein, lignin, gula atau organic hidroxid acid. Fungsi dari retarder disini adalah untuk mengurangi kecepatan pengerasan semen, sehingga adukan dapat dipompakan kedalam sumur minyak atau gas. Pada kedalaman 1800 sampai dengan 4900 meter tekanan dan suhu didasar sumur minyak atau adalah tinggi. Karena pengentalan dan pengerasan semen itu dipercepat oleh kenaikan temperature dan tekanan, maka semen yang mengental dan mengeras secara normal tidak dapat digunakan pada pengeboran sumur yang dalam. Semen ini masih dibedakan lagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan API Spesification 10 1986, yaitu :

KELAS A Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila sifat-sifat khusus tidak dipersyaratkan
KELAS B Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila kondisi membutuhkan tahan terhadap sulfat sedang
KELAS C Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila kondisi membutuhkan sifat kekuatan tekan awal yang tinggi
KELAS D Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 sampai 3050  meter, dengan kondisi suhu dan tekanan  yang sedang
KELAS E Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 3050 sampai 4270  meter, dengan kondisi suhu dan tekanan  yang tinggi
KELAS F Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 3050 sampai 4880  meter, dengan kondisi suhu dan tekanan  yang tinggi
KELAS G Digunakan untuk cementing mulai surface casing sampai dengan kedalaman 2440 meter, akan tetapi dengan penambahan accelerator atau retarder. Dapat digunakan untuk semua range pemakaian, mulai dari kelas A sampai kelas E

BLENDED CEMENT (SEMEN CAMPUR)

Semen campur dibuat karena dibutuhkannya sifat-sifat khusus yang tidak dimiliki oleh semen portland. Untuk mendapatkan sifat khusus tersebut diperlukan material lain sebagai pencampur.Jenis semen campur :

  1. Semen Portland Pozzolan (SPP)
  2. Portland Pozzolan Cement (PPC)
  3. Portland Blast Furnace Slag Cement
  4. Semen Mosonry
  5. Semen Portland Campur (SPC)
  6. Portland Composite Cement (PCC)

Semen Portland Pozzolan (SPP)/(PPC)

Semen Portland pozzolan (SPP) atau dikenal juga sebagai Portland Pozzolan Cement (PPC) adalah merupakan semen hidrolisis yang terdiri dari campuran yang homogen antara semen Portland dengan bahan pozzolan (Trass atau Fly Ash) halus, yang diproduksi dengan menggiling klinker semen Portland dan bahan pozzolan bersama-sama atau mencampur secara merata semen Portland dan bahan pozzolon atau gabungan antara menggiling dan mencampur.

Portland Blast Furnace Slag Cement

Portland Blast Furnace Slag Cement adalah semen Portland yang dicampur dengan kerak dapur tinggi secara homogen dengan cara mencampur bubuk halus semen Portland dengan bubuk halus slag atau menggiling bersama antara klinker porland dengan butiran slag.  Activitas slag (Slag Activity) bertambah dengan bertambahnya ratio CaO + MgO/SiO2 + Al2O3 dan glass content. Tetapi biasanyan keberadaan ratio oksida dan glass Content tersebut saling berkebalikan. Beberapa sifat slag semen adalah sabagai berikut :

    1. Jika kehalusannya cukup, mempunyai kekuatan tekan yang sama dengan semen portland.
    2. Betonnya lebih stabil dari pada beton semen portland
    3. Mempunyai permebility yang rendah

Semen Masonry

Semen masonry pertama kali diperkenalkan di USA, kemudian berkembang kebeberapa negara.Secara tradisional plesteran untuk bangunan umumnya menggunakan kapur padam, kemudian meningkat dengan dipakainya semen portland yang dicampur dengan kapur padam. Namun karena dianggap kurang praktis maka diperkanalkan Semen Masonry .

Portland Composite Cement (Semen Portland Komposit) PCC

Menurut SNI 17064-2004, Semen Portland Campur adalah Bahan pengikat hidrolisis hasil penggilingan bersama sama terak (clinker) semen portland dan gibs dengan satu atau lebih bahan anorganik, atau hasil pencampuran antara bubuk semen portland dengan bubuk bahan bahan anorganik lain. Bahan anorganik tersebut antara lain terak tanur tinggi (blastfurnace slag), pozzoland, senyawa silika, batu kapur, dengan kadar total bahan anorganik 6 – 35 % dari massa semen portland composite. Menurut Standard Eropa EN 197-1 Portland Composite Cement atau Semen Portland Campur dibagi menjadi 2 Type berdasarkan jumlah Aditive material aktif

  1. Type II/A-M mengandung 6 – 20 % aditif
  2. Type II/B-M mengandung 21 – 35 % aditif

Kalau pada Portland Pozzolan Cement (Semen Portland Pozzolan) aditif yang digunakan hanya 1 jenis maka pada Portland Composite Cement ini aditif yang digunakan lebih dari 1 jenis atau 2 jenis maka semen ini dikelompokkan pada TERNARY CEMENT.