Aspal yaitu salah satu konstruksi bagian sipil dan merupakan jenis kontsruksi perkerasan lentur, oleh sebab itu tidak terlepas dari kerusakan pasti ada salah satunya kita temui kerusakan pada jalan yaitu retak atau yang disebut kerusakan perkerasan lentur

Macam macam kerusakan perkerasan lentur

Retak halus (hair cracking)

lebar dari celah kerusakan perkerasan lentur jalan lebih kecil atau sama dengan 3 mm ( ≤ 3 mm ) , penyebab dari kerusakan perkerasan lentur ini yaitu dari segi bahan material untuk perkerasan yang memang kurang bagus, dapat juga karena tanah dasar yang kurang stabil. Sehingga Retak halus ini air dapat mengabsorpsi, menyerap atau meresap ke dalam lapis permukaan. Seandainya tak segera diperbaiki atau diabaikan maka Retak rambut bisa berkembang menjadi retak kulit buaya.

Retak kulit buaya (alligator cracks)

lebar celah lebih besar atau sama dengan 3 mm ( ≥ 3 mm ) sehingga Saling merangkai terwujud kotak kecil yang menyerupai motif kulit buaya, penyebab dari kerusakan perkerasan lentur ini ialah dari segi bahan material untuk perkerasan yang memang kurang bagus, pelapukan pada permukaan perkerasan, dan tanah dasar yang kurang stabil dari pengaruh tidak dilakukan penggantian material tanah yang rusak atau sesuai, sehinga air masih berada di dasar tanah. Hal yang demikian yang menyebabkan air di bawahnya terkurung, dan akhirnya sewaktu-waktu air itu naik ke permukaan perkersan.

Pada umumnya kerusakan perkerasan lentur ini tak terlalu luas, apabila terjadi kerusakan yang luas, hal ini pasti disebabkan oleh pengaruh adanya beban lalu lintas yang besar atau berlebihan.

Alangkah baiknya pada bagian perkerasan yang sudah mengalami retak kulit buaya pengaruh dari air merembes masuk ke lapis pondasi dan tanah dasar segera diperbaiki dengan metode dibongkar dan membuang bagian yang berair, kemudian dilapis kembali dengan bahan yang sesuai missal mengaplikasikan bahan Geodesi.

Perbaikan yang benar seharusnya disertai dengan perbaikan drainase di sekitarnya. Sedangkan kerusakan yang disebabkan oleh beban atau muatan lalulintas harus diperbaiki dengan memberi lapisan tambahan semacam peningkatan. Retak kulit buaya memang dapat diresapi air sehingga lama kelamaan akan menimbulkan lubang-lubang akibat terlepasnya butir-butir agregat.

Retak pinggir (edge cracks)

retak memanjang jalan yang mengarah ke sebuah bahu jalan. Retak ini terjadi sebab tak bagusnya pemadatan pada daerah pinggir jalan pada pelaksanaan penghamparan pada saat pelaksanaan dan saluran drainase yang kurang bagus, seandainya terjadinya penyusutan tanah tanah dasar akibat pengaruh tak dilakukannya pengantian material tanah yang rusak, Akar Pohon yang tumbuh di tepi perkerasan bisa pula menjadi salah satu penyebab terjadinya retak pinggir ini.

Retak ini diperbaiki dengan mengisi celah dengan campuran aspal cair dan butiran pasir.

Perbaikan drainase juga seharusnya dilaksanakan dengan memasang sistem pembuangan air dari badan jalan ke drainase, bahu jalan seharusnya diperlebar dan dipadatkan dengan material agregat minimal kelas C. Apabila dipinggir perkerasan mengalami penurunan, elevasi maka bisa diperbaiki dengan mempergunakan campuran hotmix. Kalau permasalahan ini tak diatasi lama kelamaan akan bertambah besar disertai dengan terjadinya lubang-lubang.

Retak sambungan bahu dan perkerasan (edge joint cracks)

retak memanjang yang biasanya terjadi pada sambungan bahu dengan perkerasan jalan. Retak bisa disebabkan dengan keadaan drainase di bawah bahu jalan lebih buruk dari pada di bawah perkerasan, terjadinya settlement di bahu jalan, penyusutan dari material bahu atau perkerasan jalan, atau dampak dari lalulintas yang tinggi dan berat di bahu jalan. Perbaikan bisa dilakukan seperti  perbaikan retak refleksi.

Retak sambungan jalan (lane joint cracks)

retak memanjang yang akan terjadi pada sambungan 2 lajur lalu lintas.  Sistem ini bisa disebabkan dari buruknya ikatan sambungan kedua lajur.

Cara memperbaikinya dengan memasukkan campuran aspal cair dan pasir ke dalam celah-celah yang ada. Apabila tak segera dibetulkan maka retak bisa berkembang menjadi lebar sebab terlepasnya butir-butir pada tepi retak dan meresapnya air ke dalam lapisan tersebut.

Retak sambungan pelebaran jalan (widening cracks)

retak memanjang yang akan terjadi pada sambungan antara perkerasan lama dengan perkerasan pelebaran umumnya terjadi di jalan kota. Hal demikian ini disebabkan oleh perbedaan  daya dukung tanah pada bagian pelebaran dan bagian jalan lama, bisa juga disebabkan oleh ikatan antara sambungan yang kurang baik atau buruk.

Cara memperbaikinya dengan memasukkan campuran aspal cair dan pasir ke dalam celah-celah yang ada. Apabila tak segera dibetulkan maka retak bisa berkembang menjadi lebar sebab terlepasnya butir-butir pada tepi retak dan meresapnya air ke dalam lapisan tersebut.

 

Retak refleksi (reflection cracks)

retak memanjang, melintang, diagonal, atau membentuk kotak. Kerusakan ini terjadi pada lapis tambahan (overlay) yang menandakan pola retakan di bawahnya.

Retak refleksi bisa pula terjadi jikalau gerakan vertikal/horizontal di bawah lapis tambahan sebagai dampak perubahan kadar air pada jenis tanah yang ekspansif. Untuk retak memanjang, melintang, dan diagonal perbaikan bisa dilakukan dengan mengisi celah dengan campuran aspal cair dan material pasir. Untuk retak berbentuk kotak perbaikannya dilakukan dengan membongkar dan melapis kembali dengan bahan yang sesuai.

 

Retak susut (shrinkage cracks)

retak yang saling bersambungan menyusun sebuah kotak-kotak besar dengan sudut tajam. Retak disebabkan oleh perubahan volume pada lapisan permukaan yang menggunakan aspal dengan penetrasi rendah, atau perubahan volume pada lapisan pondasi dan tanah dasar.

Perbaikan bisa dilakukan dengan mengisi celah dengan campuran aspal cair dan pasir dan melapisi dengan burtu.

Retak selip (slippage cracks)

retak yang terbentuknya melengkung . Ini terjadi sebab buruknya dalam ikatan antara lapis permukaan dengan lapis di bawahnya (adanya debu, minyak, air, atau benda non-adhesif, atau pengaruh tak diberinya tack coat sebagai bahan pengikat di antara kedua lapisan) . Retak selip juga mudah sekali terjadi akibat pengaruh terlalu banyaknya pasir dalam campuran lapisan permukaan lentur, atau kurang bagusnya pemadatan lapis permukaan.

Perbaikan bisa dikerjakan dengan membongkar semua bagian yang rusak dan menggantikannya dengan lapisan yang lebih baik.