3 Cara Membeli Emas Dengan Mudah

Emas hingga saat ini masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia sebagai opsi produk investasi. Emas dinilai masih ampuh sebagai perangkat melawan laju inflasi. Di tengah masyarakat kita, emas menempati peringkat utama bersanding dengan deposito bank dan properti sebagai produk investasi favorit. Umumnya, orang sengaja melakukan pembelian emas perhiasan guna menunjang penampilan sekaligus bermaksud menabung. Ada pun yang lebih senang menyimpan dananya dalam format emas batangan. Cara pembelian emas pun sudah sangat mudah dan beragam saat ini. Dari mulai melakukan pembelian biasa, mencicil di bank atau pegadaian, hingga skema gadai.
Nah, bila Anda ketika ini tengah membidik emas sebagai wahana investasi, terdapat baiknya menyimak hal-hal sebagai berikut:

1. Emas batangan atau perhiasan?
Bila niat Anda ialah untuk berinvestasi, bakal lebih baik bila Anda memilih emas batangan atau emas lantakan. Pasalnya, bila Anda memilih perhiasan, harga emas perhiasan Anda bakal turun sangat sedikit 10 persen untuk biaya pembuatan ketika dipasarkan nanti.
Kelebihan emas perhiasan, dia dapat Anda pakai guna menunjang penampilan. Tetapi, bila destinasi utama ialah untuk mencegah inflasi, lebih baik memilih emas lantakan.
Belilah emas batangan yang telah terstandarisasi atau bersertifikat supaya lebih gampang ketika besok menjual kembali. Misalnya, emas Logam Mulai Aneka Tambang.

2. Menabung sendiri atau menyicil di bank/Pegadaian?
Saat ini tidak sedikit tawaran skema pembelian emas batangan dengan teknik menyicil berkala. Skema ini tepat untuk kalangan yang hendak mempunyai emas dalam jumlah besar namun terkendala pendanaan. Di pasar ketika ini, harga emas sangat murah yaitu ukuran 1 gram menjangkau Rp 595.000.
Sedangkan guna ukuran kesayangan sebagai investasi mulai 10 gram, harganya berkisar Rp 5,59 juta. Bila kita memang tidak mempunyai uang lumayan untuk melakukan pembelian emas secara kontan, Anda dapat memanfaatkan skema angsuran emas. Tetapi, Anda mesti jeli mengamati sekian banyak syarat dan peraturan yang diterapkan. Yang tentu terjadi, Anda inginkan tidak inginkan harus menunaikan harga lebih mahal bila melakukan pembelian dengan teknik mencicil. Biasanya bank atau lembaga finansial lain yang meluangkan skema cicilan, membebankan sekian banyak biaya di luar ongkos emas tersebut sendiri. Mulai dari ongkos administrasi, ongkos titip, ongkos cetak, dan beda sebagainya. Pilihlah skema pembelian yang paling hemat dan aman. Bila mau tidak banyak repot, lebih baik Anda menyimpan uang sendiri dana pembelian emas.

3. Dijual atau digadaikan saja?
Salah satu dalil mengapa emas paling popular di Indonesia sebagai medium berinvestasi ialah karena dia terbilang likuid atau gampang diuangkan. Ketika kita tengah memerlukan uang tunai, tabungan emas yang kita miliki dapat dijual dengan mudah. Berbeda bila tabungan Anda berupa property yang relatif lebih susah dijual. Nah, bila tiba-tiba kita menghadapi situasi keperluan uang tunai dan kebetulan mempunyai simpanan emas, menggadaikan emas dapat jadi adalahpilihan lebih baik ketimbang menjualnya langsung. Emas dalam jangka panjang berpotensi naik harga, sampai-sampai dengan menggadaikan saja, kita tetap dapat mendapatkan dana tunai tetapi tidak butuh kehilangan kepemilikan. Namun, pilihan memasarkan simpanan emas bisa menjadi opsi lebih tepat bilamana harga emas saat tersebut tengah naik tinggi. Anda dapat membukukan capital gain atau deviden dari eskalasi harga dengan menjualnya ke pasar.