Seperti ini contoh transaksi reksa dana
Cara kerja reksa dana ditentukan oleh pertumbuhan NAB per unit dari produk Reksa Dana yang Bapak pilih yang dikelola oleh Manajer Investasi.

Contoh 1 :

Saya membeli transaksi Reksa Dana Produk A pada tanggal 29 April 2015 sebesar Rp. 1.000.000,- NAB per unit pada tanggal 29 April 2015 sebesar Rp. 1.000 per unit sehingga Saya memiliki unit sebesar 1.000 unit (Nominal Pembelian : NAB per unit). Setelah 6 bulan kemudian yaitu tanggal 30 Oktober 2015 Saya hendak melakukan pencairan seluruh unit yang dimilikinya. NAB per unit tanggal 30 Oktober adalah Rp. 1.100 sehingga dana yang diterima oleh Saya adalah sebesar Rp. 1. 100.000,- (Unit X NAB per unit)

Dalam contoh diatas Saya memperoleh keuntungan sebesar Rp. 100.000 (nominal awal – nominal pencairan).

Contoh 2 :

Saya punya uang Rp.1jt dan ingin beli reksadana, pada saat itu harga per unit reksadana Rp.1000 per unit. Berapa unit pernyertaan yang saya dapatkan? Rp.1jt : Rp.1000 per unit = 1000 unit donk. Dikemudian hari, reksadana tersebut harga per unitnya naik menjadi Rp.1500 per unit. Berapa potensi keuntungan saya? 1000 unit yang bapak/ibu punya dikalikan harga reksadana yang paling update (Rp.1500 per unit) Berarti total dana Rp.1.500.000 pak/bu Potensi keuntungan saya 500rb ya. Begitu juga jika sebaliknya, di reksadana, yang kita dapatkan itu Unit Penyertaan ya pak / bu

Kita berandai2 pak, misal saya punya uang Rp.5.000.000. Dan saya ingin investasikan ke Emas Logam Mulia, pada saat itu harga emas LM Rp.500.000/ gram. Berapa gram yang saya dapat? 10 Gram kan. Nah bapak sudah menyerahkan uang bapak dan skrg bapak simpan emas LMnya ni. Dikemudian hari harga emas naik pak, menjadi Rp.600.000/ gram, (padahal dulu harga sewaktu bapak beli di Rp.500.000/gram) otomatis bapak untung? ya belum, kan bapak belum jual emas fisiknya. Begitu juga ketika ternyata harga Emas LM turun menjadi Rp.400.000/ gram, jauh dibawah harga sewaktu bapak beli (Rp.500rb/gram). Otomatis bapak rugi donk? ya belum, kan bapak belum jual emas fisiknya. Kerugian dan Keuntungan baru akan terealisasi jika kita melakukan Pencairan pak/bu atau melakukan proses jual.Sama halnya dengan invest di reksa dana, yang kita beli itu Unit Penyertaannya Jadi harga reksa dana mau kemana, kita tetap pegang unitnya pak/bu

Menurut Nenek dan Kakek kita dulu menabung itu pangkal kaya tapi sekarang pepatah itu tidak lagi sepenuhnya benar , karena nilai uang kita akan tergerus oleh namanya inflasi yaitu penurunan mata uang dan kenaikan harga barang yang setiap tahun selalu bertambah. Lalu bagaimana caranya agar uang kita bisa bertambah banyak? Sehingga kita bisa membiayayai pindidikan anak, membuka usaha, mempersiapkan masa pensiun, maka berinvestasilah karena menabung tidak sama dengan berinvestasi, tapi bukankah berinvestasi membutukah dana yang sangat besar dan membutuhkan keahlian atau pengetahuan khusus untuk mengelolanya.

 

Maka karena itu reksadana hadir sebagai instrument investasi yang murah, mudah, aman, dan menguntungkan bagi investor pemula yang memiliki dana yang terbatas. Kita bisa memulai berinvestasi hanya dengan seratus ribu rupiah, dana kita dikelola oleh manager investasi yang profesional dan berpengalaman. Reksadana adalah produk resmi yang diawasi secara ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia , kita juga dapat mencairkan dana investasi kapan saja dan dimana saja. Potensi keuntungan investasi di reksadana bisa lebih menguntungkan dari pada Deposito dan Tabungan Bank, apalagi direksadana hasil investasi anda tidak dikenakan pajak, lalu apa yang dimaksud reksadana itu? Reksadana sebetulnya adalah sekumpulan dana dari kumpulan investor yang dikelola oleh manager investasi dan diinvestasikan dalam beberapa portfolio seperti: Deposito, Obligasi, Saham, Pasar Uang , Logam Mulia dan lain-lain.

Anda tertarik? untuk mulai berinvestasi direksadana anda dapat dengan mudah, aman dan nyaman melakukannya secara online di BAREKSA dengan url http://www.bareksa.com marketplace reksadana terintegrasi pertama di Indonesia, dibareksa anda sekaligus dapat mempelajari seluk beluk investasi lebih dalam dan mengakses berbagai informasi data dan widget reksadana secara gratis di situs Bareksa. Jadi mau tunggu apalagi segeralah memanfaatkan uang anda untuk berinvestasi. Tips dari saya sisihkan uang atau penghasilan anda minimal 100 ribu perbulan dan langsung anda investasikan karena minimal untuk investasi di bareksa Cuma 100 ribu rupiah ini adalah Cara paling sederhana dalam menyisihkan uang anda untuk masa depan.