Efek bola salju adalah menggambarkan guliran bola salju dari ketinggian (bukit) yang mulanya cuma kecil saja. Namun seiring bergulir, akan membesar, membesar, dan terus membesar. Ini karena salju-salju lainnya akan menempel pada bola salju tersebut. Sehingga pada akhirnya bola salju menjadi seukuran raksasa.
Nah, efek bola salju inilah yang menjadi tujuan dalam ber-investasi. Jadi, investasinya sedikit demi sedikit, namun seiring waktu akan terus terakumulasi hingga semakin membesar, membesar, dan membesar. Hingga akhirnya si investor menjadi kaya raya.
Seperti halnya bola salju yang terus berlipat ukurannya selama bergulir, begitu juga dengan jumlah total harta hasil investasi. Akan terus membesar jika investasi terus digulirkan.
Efek Bola Salju Investasi
Tentu saja, tidak asal menggulirkan ya. Kalo bisa asal digulirkan saja, ya semua orang sudah kaya raya pastinya. Tentu harus sesuai dengan kaidah-kaidah investasi.
Harus menguasai ilmunya terlebih dahulu dan kemudian menerapkannya secara benar dalam investasi yang dilakukan. Dengan demikianlah maka efek bola salju ini akan berjalan.
Mengharapkan efek bola salju dalam investasi juga berarti kita sadar bahwa tidak akan ada hasil instan. Semua memerlukan usaha dan proses. Tidak sim sala bim langsung mendapatkan hasil.
Mengharapkan efek bola salju juga berarti menyadari bahwa waktu berinvestasi adalah kuncinya. Semakin cepat kita berinvestasi maka semakin besar harapan akan hasilnya nanti.
Mengharapkan efek bola salju juga berarti kita harus sabar ketika berinvestasi. Harus siap untuk tidak mengganggu-gugat investasi kita dalam jangka waktu lama.
Kita harus siap membiarkan bola salju bergulir hingga terus membesar, membesar, dan membesar mencapai ukuran maksimal yang mungkin.
Selamat ber-Investasi!

Bank Indonesia atau yang sering disebut BI pada telah meluncurkan kartu Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) atau National Payment Gateway (NPG). Adapun peluncuran produk ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat umum saat melakukan transaksi financial.
Harus diketahui, GPN merupakan logo terbaru yang disematkan untuk alat pembayaran dalam negeri seperti kartu debit dan kartu ATM. Nantinya, setiap kartu debit seperti ATM bank-bank dalam negeri baik BUMN maupun Swasta yang telah bergabung dengan GPN, diminta mencantumkan logo GPN di setiap kartu mereka. Pada saat ini, logo yang tercantum di kartu debit adalah visa dan mastercard.
Penerapan logo GPN akan diberlakukan pada Januari 2018. Dengan penerapan logo nasional ini untuk memperluas akseptasi instrumen pembayaran ritel nontunai (noncash) yang dapat digunakan di seluruh merchant dalam negeri, menurut Gubernur BI yaitu Agus Martowardojo.
Dengan adanya aturan semacam ini dapat menguntungkan masyarakat. Pasalnya, transaksi yang dilakukan akan menjadi jauh lebih efisien, sebab seluruh system alat pembayaran akan terhubung dengan system GPN, menurut Agus Martowardojo.
Selain itu, dengan terhubungnya seluruh perbankan bisa menekan biaya administrasi di perbankan. Mislanya biaya transfer dan cek saldo, ini sangat jelas menguntungkan konsumen
“Jadi, seluruh penerbit kartu harus terhubung di GPN,” imbuhnya.
Saat ini, Agus Martowardojo menerangkan, bahwa baru ada empat bank yang tergabung dengan GPN yaitu PT. Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT. Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT. Bank Central Asia Tbk (BBCA). Akan tetapi, untuk ke depannya ia mendorong agar perbankan lainnya bisa bergabung dengan kartu GPN.
“Nanti pada seluruh penerbit kartu akan pasang logo GPN. Lambang itu milik bank sentral atau BI dan akan diberikan kepada semua pemilik kartu untuk menyosialisasikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Program Transformasi BI Onny Widjanarko mengatakan, dengan diresmikannya GPN ini, nantinya masyarakat yang akan melakukan transaksi menggunakan ATM berlogo GPN akan mendapatkan biaya yang lebih murah meskipun mereka menggunakan bank berbeda. Meski demikian, nominalnya masih belum ditentukan.
Saat ini, untuk rata-rata transaksi untuk cek saldo dan tarik tunai antar bank menggunakan ATM sebesar Rp 6.000-6.500.
“Nanti kan ada kartu logo GPN domestik. Bank harus menyediakan itu. Nah itu biaya adminnya akan lebih murah dibanding kartu berlogo visa/mastercard per bulannya,” ujarnya.
Keuntungan lainnya, masyarakat bisa mendapatkan sebuah diskon dari merchant. BI menganjurkan kepada seluruh merchant untuk menerima debit atau ATM berlogo Garuda (GPN), kata Onny.