Prasyarat Merencanakan Bandara


Selamat Sore, Saya akan menyampaikan materi dengan judul Prasyarat Merencanakan Bandara, Sehubungan dengan adanya proyek Pembangunan Bandara di Tulungagung (Jawa Timur) ini juga tidak terlalu jauh dengan materi ini. Daripada kelamaan ayo kita mulai

Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi panjangnya landasan pacu (runway) di suatu bandara :

  • Angin permukaan (wind surface)
  • Temperatur (suhu)
  • Kemiringan dari landas pacu (slope)
  • Ketinggian dari lapangan terbang dari muka laut / elevasi (MSL)
  • Kondisi dari permukaan landasan

Dalam menghitung sebuah perencanaan landasan pacu harus menggunakan atau mematuhi standar ARFL (aeroplane reference field lenghth). Menurut  International Civil Aviation Organization (ICAO) atau Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, ARFL ialah merupakan landas pacu minimum yang dibutuhkan untuk lepas landas pada max certificated take off weight, elevasi muka laut, kondisi standar atmosfir, keadaan tanpa ada angin bertiup, landas pacu tanpa kemiringan (kemiringan = 0). Jadi setiap pesawat mempunyai ARFL yang berbeda beda dengan yang lain seperti yang telah dikeluarkan pabrik pembuatnya.

Angin permukaan (surface wind)
Pada kondisi angin tiupan halauan (head wind) maka landasan diperlukan lebih pendek, dan sebaliknya bila tertiup angin buritan (tail wind) landasan yang diperlukan lebih panjang. Tetapi maksimum Angin buritan (tail wind) yang diizinkan untuk bertiup adalah kekuatan dengan 10 knots.

Temperatur (suhu)
Bila temperatur lebih tinggi, maka kebutuhan untuk panjang landas menjadi lebih panjang, dikarenakan temperature yang tinggi density udaranya rendah, sehingga menghasilkan output daya dorong yang rendah. Sebagai standar dari temperatur yang dipilih nilai temperatur  di atas muka air laut sebesar :

59° F = 15° C.

Dari data ICAO panjang landasan harus dikoreksi terhadap kenaikan temperatur adalah sebesar 1% untuk setiap kenaikan 1° C atau 0,56% setiap 1° F, sedangkan untuk setiap kenaikan 1.000 m dari muka laut rata-rata temperatur turun menjadi 6,5oC atau setiap naik 1000 feet temperatur berkurang menjadi sebesar 3,6° F. Dengan dasar tersebut ICAO merekomendasikan hitungan koreksi temperatur  Ft (faktor konversi temperatur).

Ft = 1 + 0,01 (T – (15 – 0,0065 h) metric
Ft = 1 + 0,0056 (T – (59 – 0,0036) imperial
T = aerodrome reference temperatur

Kemiringan dari landasan (slope)
Bandara yang landasan yang datar atau yang menurun memerlukan landasan yang lebih pendek dibandingkan landasan yang memiliki kemiringan ke atas.

Kriteria untuk perencanaan lapangan terbang yang membatasi kemiringan landasan sebesar 1,5%. Faktor koreksi kemiringan (Fs) adalah sebesar 10% untuk setiap kemiringan 1% dan ber fungsi untuk kondisi take off pesawat.

Fs = 1 + 0,10 S
S = slope (%)

Ketinggian (Altitude) dari lapangan terbang dari muka laut / elevasi (MSL)
Berdasarkan rekomendasi dari ICAO, bahwa A.R.F.L akan bertambah sebesar 7% setiap kenaikan 300 m (1000 ft) ini dihitung dari ketinggian muka air laut. Jadi untuk rumusnya adalah Fe (Faktor koreksi elevasi).

Fe = 1 + 0,07 x (h/300) metric
Fe = 1 + 0,07 (h/1.000) imperial
h = elevasi aerodrome

Kondisi dari permukaan landas pacu
Untuk genangan air tipis (standing water) harus dihindari dari Permukaan landasan pacu, karena hal tersebut dapat membahayakan dalam operasional sebuah pesawat. Standing water dapat menyebabkan permukan menjadi licin  terhadap roda pesawat sehingga dapat mempengaruhi daya pengereman menjadi jelek dan tidak stabil. Untuk menghindari kecelakaan ini maka standing water harus berada ketebalan 0,6 – 1,27 cm. Untuk mengantisipasi hal tersebutpula , maka suatu bandara harus memerlukan sistem drainase yang baik.

hydro planning  adalah ketika Roda pesawat yang berputar di atas lapisan tipis air, koefisien pengereman pada kondisi ini juga sangat jelek, karena koefisien gesek menjadi menurun atau berkurang dan pada akhirnya menyebabkan kemampuan kemudi menjadi lepas kendali.

Berikut ini yang mempengaruhi Tebal lapisan yang menimbulkan efek hydro planning :
Bentuk kembangan ban
Kondisi ban
Texture permukaan landasan

MENGHITUNG ARFL

Data:
Direncanakan sebuah panjang landas pacu yang dibutuhkan untuk lepas landas adalah 3200 m
Elevasi di atas muka air laut adalah 120 m
Temperatur di lapangan terbang tersebut adalah 28°C
Kemiringan dari landas pacu adalah 0,6%

Soal
Berapakah panjang untuk landas pacu bila pesawat take off di ARFL?

Jawab :
Fe = 1 + 0,07 x (h / 300) = 1 + 0,07 x (120 / 300) = 1,028
Ft = 1 + 0,01 (T – (15 – 0,0065 x h) = 1+0,01 (28 – (15 – 0.0065 x 120) = 1,122
Fs = 1 + 0,10 S = 1 + 0,1 x 0,6 = 1,060
ARFL = 3200 / (1,028 x 1,122 x 1,060) = 2.618 m
Jadi panjang untuk landas pacu bila pesawat take off di ARFL adalah 2.618 m

Kontraktor Independen

Kontraktor independen atau mandiri adalah perorangan , usaha , atau koperasi yang menyediakan atau menfasilitasi sebuah barang atau jasa ke entitas lain / Pemilik (Owner) dengan sebuah persyaratan yang telah dituangkan / dicantumkan dalam kontrak atau dalam konvensi kesepakatan Verba. Tidak seperti halnya karyawan, kontraktor independen / mandiri tidak bekerja secara terus menerus kepada si pemberi kerja namun bekerja apabila diperlukan, selama ketika seperti halnya sebuah agen. Kontraktor ini umumnya dibayar secara freelance. Kontraktor ini pula sering bekerja melalui perusahaan-perusahaan terbatas atau waralaba, yang sudah mereka miliki sendiri atau bekerja melalui perusahaan berpayung , missal : PT atau CV.

Pada Amerika perkumpulan, setiap perusahaan atau organisasi yang terlibat dalam perdagangan atau bisnis yg membayar lebih dari USD 600 terhadap kontraktor independen pada satu tahun harus melaporkan hal ini pada Internal Revenue Service (IRS) (tempat kerja badan pajak Amerika).

Setiap perusahaan atau organisasi yang terlibat dalam perdagangan atau pembisnis yang membayar lebih dari USD 600 terhadap kontraktor independen dalam satu tahun wajib melaporkan hal ini kepada Internal Revenue Service (IRS) (kantor badan pajak Amerika).

Secara umum , kontraktor independen memiliki pengendalian sendiri terhadap jadwal serta jumlah jam kerja, tugas, dan kinerja pekerjaan mereka. Selain itu, mereka mungkin mempunyai investasi Besar dalam peralatan, penyediaan logistik atau inventori mereka sendiri, asuransi, perbaikan, dan semua biaya lain yang berhubungan dengan bisnis mereka.  Hal tersebut bisa juga diberikan oleh pemberi kerja.

Menggunakan kondisi aktifitas kontraktor independen tadi pada atas, tampak kontras menggunakan situasi bagi karyawan biasa, yg umumnya bekerja pada jadwal yang sudah ditentukan oleh perusahaan dan kinerjanya diawasi pribadi sang atasan. Tetapi poly perusahaan yg menerapkan kontrak independen jua menentukan jadwal pekerjaan kontraktor, membeli asset yg diperlukan serta melarang si kontraktor independen bekerja buat perusahaan lain atau kompetitor.

Laba menjadi kontraktor independen:

sebab mereka sporadis terikat menggunakan pemberi kerja atau majikan, mereka bebas buat menetapkan hukum mereka sendiri dalam hal usaha, hanya dibatasi oleh daya tawar atau kontrak .

Sebab mereka umumnya membuatkan jaringan akbar, maka hilangnya satu atau dua klien acapkali tidak mempunyai pengaruh yg akbar.

Banyak orang menyukai inspirasi ” be your own boss” (menjadi bos sendiri). Selain manfaat materi, terdapat pula orang yang tidak menyukai sebagai orang suruhan atau bawahan.

Kontraktor indepnden yg bekerja menjadi seseorang artis/disainer / penulis buat setiap karya nyata, mirip lukisan, patung, disain, foto, atau karya tulis, maka berhak buat kepemilikan hak cipta eksklusif . Sebaliknya, Bila ada karyawan yg membangun karya-karya tadi dengan status karyawan biasa, maka umumya menjadi hak milik korporasi .

Disamping kelebihannya, namun ada beberapa kerugian menjadi kontraktor independen, yaitu :

pada Amerika perkumpulan klasifikasi karyawan menjadi “kontraktor independen” seringkali digunakan untuk menghindari pajak ketenagakerjaan dan regulasi ketenagakerjaan. Selain itu, bentuk contoh ini telah dipergunakan menjadi bentuk tidak eksklusif menghindari keterlibatan serikat Pekerja.

Status sebagai Kontraktor independen bisa menjadi bisnis bagi karyawan, tetapi pada poly perkara di Amerika serikat, kontraktor independen beroperasi sebagai kepemilikan tunggal atau entitas anggota perseroan terbatas . Ini berarti kontraktor independen, menjadi pemilik bisnis, harus mengeluarkan porto sendiri buat menyediakan layanan kontrak, mempunyai alat-alat sendiri buat melakukan layanan, dan bertanggung jawab buat pengajuan usaha seperti pajak penghasilan.

Kontraktor independen umumnya bertanggung jawab sendiri mirip pajak-pajak yg timbul sebab usaha atau layanan yang diberikan.

Ada beberapa bonus moneter yg dijamin buat karyawan di Amerika perkumpulan , akan tetapi tak berlaku bagi kontraktor independen. Contohnya termasuk kompensasi pekerja serta iuran pertanggungan pengangguran , namun kontraktor independen diijinkan buat membuat acara pensiun individu.

Menjadi kontraktor independen, umumnya tidak memakai batasan hukum UU ketenagakerjaan yg berlaku pada daerah kawasan dimana si kontraktor beroperasi seperti halnya UU no 13 tahun 2003 buat wilayah Indonesia, tetapi seluruh berdasarkan kontrak yg disepakati atau UU ketenagakerjaan origin si pemberi kerja.

Alhasil, model kontraktor independen sangat cocok bagi orang yang mempunyai jiwa wirausaha, mempunyai kebebasan ide, kreatifitas juga rancangan pekerjaannya secara mandiri meskipun tetap terdapat batasan secara awam yang terikat menggunakan si majikan atau pemberi kerja. Sebagai akibatnya beberapa pekerjaan spesial   yg memiliki karakter menjadi kontraktor independen merupakan : penulis buku, disainer pakaian,  marketing representative, ahli hukum, akuntan,  penerjemah , agen pencari bakat dan seterusnya

Cara Membuat Mutual Check Seratus ( MC 100% )

DENIFISI MC 100%

Selamat Pagi kawan Teknik Sipil, pada waktu yang lalu saya membuat artikel yang berjudul Cara Membuat Mutual Check Nol ( MC 0% ) dan hari ini saya akan membahas tentang Cara membuat mutual check seratus atau yang sering biasa kita sebut dengan MC 100%, apa itu mutual check seratus?… mutual check Seratus adalah suatu bentuk laporan setiap jenis item uraian pekerjaan yang dilengkapi dengan Berita Acara Pemeriksaan Lapangan Bersama (MC 100%), Berita Acara Serah Terima Lapangan (BA MC 100%), Schedule, Dan Rekap MC 100%. Mutual check seratus (MC 100%) pasti akan kita jumpai pada saat selesainya suatu pekerjaan dan ini menjadi salah satu kelengkapan yang wajib dibuat dan dilaksanakan karena ini akan sebagai kontrol terhadap pekerjaan yang telah kita laksanankan apakah sesuai atau tidak dengan MC 0%, jadi MC 0% dengan MC 100% bisa dikatakan hampir sama dan memiliki hubungan yang sangat penting.

Seperti halnya Membuat mutual check nol (MC 0%) begitu pula mutual check seratus (MC 100%) secara umumnya akan di sesusaikan dengan standarisasi harga satuan yang telah di tetapkan pada proses Pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) atau pada saat melakukan penawaran (pelelangan) sehingga kita tidak bisa asal merubah atau menentukan harga sendiri. Garis besar dari pembuatan mutual check adalah berupa laporan prosentase (%) dari semua item pekerjaan yang akan dilaksanakan.

ISI MC 100%

Pada mutual check seratus (MC 100%) memiliki beberapa bagian yang perlu kita ketahui yaitu:

    • Nama Paket pekerjaan dan Alamat

 

    • Jenis uraian pekerjaan

 

    • Harga Satuan

 

  • Volume Kontrak

Pada Nama Paket pekerjaan dan Alamat ini merupakan hal penting sebagai pengenal atau identitas suatu proyek dalam pembuatan MC 100% kita, sehingga tidak mungkin suatu proyek tanpa memiliki nama.

Pada jenis uraian pekerjaan ini yang kita kenal pada umumnya terdapat beberapa bagian yang akan di hitung seperti, mobilisasi, manajemen dan keselamatan, pengalaman lingkungan hidup, manajemen mutu.dan lain sebagainya.

Pada harga satuan pada umumnya kita mengenal yang namanya ukuran ataupun satuan misalnya, Ls, zak, m, ton, kg, liter, buah, jam, buah dan lain sebagainya. Harga satuan sangatlah penting karena berpengaruh besar terhadap harga terutama bahan.

Pada volume kontrak, untuk volume kontrak ini pada umumnya juga sudah di tetapkan dan ini sangat berhubungan dengan harga satuan sehingga harga ataupun volume setiap pekerjaan dapat di pekirakan pada setiap jenis pekerjakan yang telah dilaksanakan. Disini tidak boleh berbeda dengan mc 0% Kalaupun harus berbeda jumlah volume maka harus dituangkan dalam CCO maka sebelum itu harus diawali dengan perhitungan volume MC 0% atau backup volume 0% secara jelas dan benar bila mana ada orang yang awam bisa melihat selisih dari volume pekerjaan, jadi kalau pada saat ditengah – tengah pelaksanaan ada addendum atau tambah kurang pekerjaan maka kita harus membuat lagi MC 0% lalu dilanjutkan MC 100% dan lamporannya.

Untuk yang lebih jelasnya mutual check seratus (MC 100%) ini sebuah bentuk laporan dari semua jenis pekerjaan antara kontrak kerja dan kajian atau Perhitungan teknis yang direncanakan dan akan dilaksanakan dilapangan. Jadi dengan membuat mutual check seratus kita bisa mengetahuai setiap perbandingan dengan volume kontrak kerja dengan kajian atau perhitungan teknis yang akan dilaksanakan atau hasil dilanpangan.

Dan persentase pekerjaan tambah kurang setiap pekerjaan itu di ketahui , perbandingan antara volume kontrak dengan kajian tekniks pada umumnya tidak jauh berbeda dan hasil antara volume kontrak dengan volume kajian teknik sama – sama 100 % atau klop.

 

Dan jangan lupa setelah membuat mc 100% segeralah mengurus jaminan pemeliharaan yang secara umum jangka waktunya adalah 180 hari setelah p1 dan mc 100%.

Sekian artikel dari saya bila mana ada kekeliruan dalam menulis mohon untuk koreksinya, sehingga ilmu itu tetap mengalir bagaikan air yang akan menyirami tanah ini. Terimakasih

Cara Membuat Mutual Check Nol ( MC 0% )

DENIFISI MC 0%

Selamat Siang kawan Teknik Sipil, hari ini saya akan membahas tentang Cara membuat mutual check nol atau yang sering biasa kita sebut dengan MC 0%, apa itu mutual check nol ?… mutual check nol adalah suatu bentuk laporan setiap jenis item uraian pekerjaan yang dilengkapi dengan Berita Acara Pemeriksaan Lapangan Bersama (MC 0%), Berita Acara Serah Terima Lapangan (BA MC 0%), Schedule, Dan Rekap MC 0%. Mutual check nol (MC 0%) pasti akan kita jumpai pada saat melaksanakan suatu pekerjaan dan ini menjadi salah satu kelengkapan yang wajib dibuat dan dilaksanakan karena ini akan berpengaruh terhadap pekerjaan yang akan kita laksanankan apakah mengalami perubahan Misal volume bertamabah atau berkurang dan apakah tetap.

Membuat mutual check nol (MC 0%) secara umumnya akan di sesusaikan dengan standarisasi harga satuan yang telah di tetapkan pada proses Pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) atau pada saat melakukan penawaran (pelelangan) sehingga kita tidak bisa asal merubah atau menentukan harga sendiri. Garis besar dari pembuatan mutual check adalah berupa laporan prosentase (%) dari semua item pekerjaan yang akan dilaksanakan.

Baca Juga : Sebuah Arti Helm safety warna dan fungsinya

ISI MC 0%

Pada mutual check nol (MC 0%) memiliki beberapa bagian yang perlu kita ketahui yaitu:

      • Nama Paket pekerjaan dan Alamat

      • Jenis uraian pekerjaan

      • Harga Satuan

    • Volume Kontrak

Pada Nama Paket pekerjaan dan Alamat ini merupakan hal penting sebagai pengenal atau identitas suatu proyek dalam pembuatan MC 0% kita, sehingga tidak mungkin suatu proyek tanpa memiliki nama.

Pada jenis uraian pekerjaan ini yang kita kenal pada umumnya terdapat beberapa bagian yang akan di hitung seperti, mobilisasi, manajemen dan keselamatan, pengalaman lingkungan hidup, manajemen mutu.dan lain sebagainya.

Pada harga satuan pada umumnya kita mengenal yang namanya ukuran ataupun satuan misalnya, Ls, zak, m, ton, kg, liter, buah, jam, buah dan lain sebagainya. Harga satuan sangatlah penting karena berpengaruh besar terhadap harga terutama bahan.

Pada volume kontrak , untuk volume kontrak ini pada umumnya juga sudah di tetapkan dan ini sangat berhubungan dengan harga satuan sehingga harga ataupun volume setiap pekerjaan dapat di pekirakan pada setiap jenis pekerjakan yang akan dilaksanakan. Kalaupun harus berbeda jumlah volume maka harus dituangkan dalam CCO maka sebelum itu harus diawali dengan perhitungan volume MC 0% atau backup volume 0% secara jelas dan benar bila mana ada orang yang awam bisa melihat selisih dari volume pekerjaan.

Untuk yang lebih jelasnya mutual check nol (MC 0%) ini sebuah bentuk laporan dari semua jenis pekerjaan antara kontrak kerja dan kajian atau Perhitungan teknis yang direncanakan dan akan dilaksanakan dilapangan. Jadi dengan membuat mutual check nol kita bisa mengetahuai setiap perbandingan dengan volume kontrak kerja dengan kajian atau perhitungan teknis yang akan dilaksanakan.

Dan persentase pekerjaan tambah kurang setiap pekerjaan itu di ketahui , perbandingan antara volume kontrak dengan kajian tekniks pada umumnya tidak jauh berbeda dan hasil antara volume kontrak dengan volume kajian teknik sama – sama 100 % atau klop.

Baca Juga : Cara Membuat Mutual Check Nol ( MC 100% )

Sekian artikel dari saya bila mana ada kekeliruan dalam menulis mohon untuk koreksinya, sehingga ilmu itu tetap mengalir bagaikan air yang akan menyirami tanah ini. Terimakasih

Apakah Itu Semen (Cement) dan Jenis jenis Semen Pada Saat Ini ?…

Cement

Semen atau Cement adalah zat yang digunakan untuk merekat batu, bata, batako, maupun bahan bangunan lainnya. Semen diproduksi secara masal sebuah industry semen. Karena ketersuaian kebutuhan konsumen, maka para pengusaha pengusaha industri semen selalu berusaha untuk memenuhinya dengan cara berbagai penelitian yang cukup panjang, sehingga pada akhir ditemukan berbagai jenis jenis semen (cement). Mungkin dari kalian ada yang tahu atau belum, yaitu:
1. Semen Portland
2. Water proofed cement
3. Semen Putih
4. High Alumina Cement
5. Semen Anti Bakteri
6. Oil Well Cement (OWC)
7. Semen Campur SEMENT PORTLAND (OPC)

SEMEN PORTLAND (PORTLAND CEMENT)

Semen portland diklasifikasikan dalam 5 tipe yaitu :
1. Tipe I (Ordinary Portland Cement) Semen Portland untuk penggunaan umum yang tidak harus memerlukan persyaratan khusus seperti yang dipersyaratkan pada tipe-tipe lain. Tipe semen ini paling banyak diproduksi dan banyak dipasaran, missal Semen Gresik (PC), Holsim (PC), Tiga Roda (PC), dll.
2. Tipe II (Moderate sulfat resistance) Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan terhadap sulfat atau panas hidrasi sedang. Tipe II ini mempunyai panas hidrasi yang lebih rendah dibanding semen Portland Tipe I. Pada daerah–daerah tertentu dimana suhu agak tinggi, maka untuk mengurangi penggunaan air selama pengerjaan dan pengeringan agar tidak terjadi Srinkege (penyusutan) yang terlalu besar perlu ditambahkan sifat moderat “Heat of hydration”. Semen Portland tipe II ini sangat disarankan untuk dipakai pada bangunan seperti bendungan, dermaga dan landasan berat yang ditandai adanya kolom-kolom dan dimana bagunan yang memiliki proses hidrasi rendah.
3. Tipe III (High Early Strength) Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan kekuatan yang tinggi pada tahap permulaan setelah pengikatan terjadi.Semen tipe III ini dibuat dengan kehalusan yang tinggi blaine biasa mencapai 5000 cm2/gr dengan nilai C3S nya juga sangat tinggi. Beton yang dibuat dengan menggunakan semen Portland tipe III ini dalam waktu 24 jam dapat mencapai kekuatan yang sama dengan kekuatan yang dicapai semen Portland tipe I pada umur 3 hari, dan dalam umur 7 hari semen Portland tipe III ini kekuatannya menyamai beton dengan menggunakan semen portlan tipe I pada umur 28 hari
4. Tipe IV (Low Heat Of Hydration) Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan panas hidrasi rendah. Penggunaan semen ini banyak ditujukan untuk struktur Concrette (beton) yang massive dan dengan volume yang besar, seprti bendungan, dam, lapangan udara. Dimana kenaikan temperatur dari panas yang dihasilkan selama periode pengerasan diusahakan seminim mungkin sehingga tidak terjadi pengembangan volume beton yang bisa menimbulkan sebuah cracking (retak). Pengembangan kuat tekan (strength) dari semen jenis ini juga sangat lambat jika dibanding semen portland tipe I
5. Tipe V (Sulfat Resistance Cement) Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan tinggi terhadap sulfat. Semen jenis ini sangat cocok digunakan untuk pembuatan beton pada daerah yang tanah dan airnya mempunyai kandungan garam sulfat tinggi seperti: air laut, daerah tambang, air payau dsb

WATER PROOFED CEMENT

Water proofed cement adalah campuran yang homogen antara semen Portland dengan “Water proofing agent”, dalam jumlah yang kecil seperti: Calcium, Aluminium, atau logam stearat lainnya. Semen ini banyak dipakai untuk konstruksi beton yang berfungsi menahan tekanan hidrostatis, misalnya tangki penyimpanan cairan kimia.

WHITE CEMENT (SEMEN PUTIH)

Semen putih dibuat umtuk tujuan dekoratif, bukan untuk tujuan konstruktif. Pembuatan semen ini membutuhkan persyaratan bahan baku dan proses pembuatan yang khusus, seperti misalnya bahan mentahnya mengandung oksida besi dan oksida manganese yang sangat rendah (dibawah 1 %).

HIGH ALUMINA CEMENT

High Alumina cement dapat menghasilkan beton dengan kecepatan pengersan yang cepat dan tahan terhadap serangan sulfat, asam akan tetapi tidak tahan terhadap serangan alkali. Semen tahan api juga dibuat dari High Alumina Cement, semen ini juga mempunyai kecepatan pengerasan awal yang lebih baik dari semen Portland tipe III. Bahan baku semen ini terbuat dari batu kapur dan bauxite, sedangkan penggunaannya adalah antara lain: o Rafractory Concrette o Heat resistance concrete o Corrosion resistance concrete

SEMEN ANTI BAKTERI (CEMENT UNBACTERIA)

Semen anti bakteri adalah campuran yang homogen antara semen Portland dengan “anti bacterial agent” seperti germicide. Bahan tersebut ditambahkan pada semen Portland untuk “Self Desinfectant” beton terhadap serangan bakteri dan jamur yang tumbuh. Sedangkan sifat-sifat kimia dan fisiknya hampir sama dengan semen Portland tipe I. Penggunaan semen anti bakteri antara lain: o Kamar mandi o Kolam-kolam o Lantai industri makanan o Keramik o Bangunan dimana terdapat jamur pathogenic dan bakteri

OIL WELL CEMENT

Oil well cement adalah semen Portland semen yang dicampur dengan bahan retarder khusus seperti asam borat, casein, lignin, gula atau organic hidroxid acid. Fungsi dari retarder disini adalah untuk mengurangi kecepatan pengerasan semen, sehingga adukan dapat dipompakan kedalam sumur minyak atau gas. Pada kedalaman 1800 sampai dengan 4900 meter tekanan dan suhu didasar sumur minyak atau adalah tinggi. Karena pengentalan dan pengerasan semen itu dipercepat oleh kenaikan temperature dan tekanan, maka semen yang mengental dan mengeras secara normal tidak dapat digunakan pada pengeboran sumur yang dalam. Semen ini masih dibedakan lagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan API Spesification 10 1986, yaitu :

KELAS ADigunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila sifat-sifat khusus tidak dipersyaratkan
KELAS BDigunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila kondisi membutuhkan tahan terhadap sulfat sedang
KELAS CDigunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila kondisi membutuhkan sifat kekuatan tekan awal yang tinggi
KELAS DDigunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 sampai 3050  meter, dengan kondisi suhu dan tekanan  yang sedang
KELAS EDigunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 3050 sampai 4270  meter, dengan kondisi suhu dan tekanan  yang tinggi
KELAS FDigunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 3050 sampai 4880  meter, dengan kondisi suhu dan tekanan  yang tinggi
KELAS GDigunakan untuk cementing mulai surface casing sampai dengan kedalaman 2440 meter, akan tetapi dengan penambahan accelerator atau retarder. Dapat digunakan untuk semua range pemakaian, mulai dari kelas A sampai kelas E

BLENDED CEMENT (SEMEN CAMPUR)

Semen campur dibuat karena dibutuhkannya sifat-sifat khusus yang tidak dimiliki oleh semen portland. Untuk mendapatkan sifat khusus tersebut diperlukan material lain sebagai pencampur.Jenis semen campur :

  1. Semen Portland Pozzolan (SPP)
  2. Portland Pozzolan Cement (PPC)
  3. Portland Blast Furnace Slag Cement
  4. Semen Mosonry
  5. Semen Portland Campur (SPC)
  6. Portland Composite Cement (PCC)

Semen Portland Pozzolan (SPP)/(PPC)

Semen Portland pozzolan (SPP) atau dikenal juga sebagai Portland Pozzolan Cement (PPC) adalah merupakan semen hidrolisis yang terdiri dari campuran yang homogen antara semen Portland dengan bahan pozzolan (Trass atau Fly Ash) halus, yang diproduksi dengan menggiling klinker semen Portland dan bahan pozzolan bersama-sama atau mencampur secara merata semen Portland dan bahan pozzolon atau gabungan antara menggiling dan mencampur.

Portland Blast Furnace Slag Cement

Portland Blast Furnace Slag Cement adalah semen Portland yang dicampur dengan kerak dapur tinggi secara homogen dengan cara mencampur bubuk halus semen Portland dengan bubuk halus slag atau menggiling bersama antara klinker porland dengan butiran slag.  Activitas slag (Slag Activity) bertambah dengan bertambahnya ratio CaO + MgO/SiO2 + Al2O3 dan glass content. Tetapi biasanyan keberadaan ratio oksida dan glass Content tersebut saling berkebalikan. Beberapa sifat slag semen adalah sabagai berikut :

    1. Jika kehalusannya cukup, mempunyai kekuatan tekan yang sama dengan semen portland.
    2. Betonnya lebih stabil dari pada beton semen portland
    3. Mempunyai permebility yang rendah

Semen Masonry

Semen masonry pertama kali diperkenalkan di USA, kemudian berkembang kebeberapa negara.Secara tradisional plesteran untuk bangunan umumnya menggunakan kapur padam, kemudian meningkat dengan dipakainya semen portland yang dicampur dengan kapur padam. Namun karena dianggap kurang praktis maka diperkanalkan Semen Masonry .

Portland Composite Cement (Semen Portland Komposit) PCC

Menurut SNI 17064-2004, Semen Portland Campur adalah Bahan pengikat hidrolisis hasil penggilingan bersama sama terak (clinker) semen portland dan gibs dengan satu atau lebih bahan anorganik, atau hasil pencampuran antara bubuk semen portland dengan bubuk bahan bahan anorganik lain. Bahan anorganik tersebut antara lain terak tanur tinggi (blastfurnace slag), pozzoland, senyawa silika, batu kapur, dengan kadar total bahan anorganik 6 – 35 % dari massa semen portland composite. Menurut Standard Eropa EN 197-1 Portland Composite Cement atau Semen Portland Campur dibagi menjadi 2 Type berdasarkan jumlah Aditive material aktif

  1. Type II/A-M mengandung 6 – 20 % aditif
  2. Type II/B-M mengandung 21 – 35 % aditif

Kalau pada Portland Pozzolan Cement (Semen Portland Pozzolan) aditif yang digunakan hanya 1 jenis maka pada Portland Composite Cement ini aditif yang digunakan lebih dari 1 jenis atau 2 jenis maka semen ini dikelompokkan pada TERNARY CEMENT.