Aspal atau Penetrasi merupakan salah satu konstruksi dibidang sipil sebagai alternative yang dipergunakan untuk membangun sebuah jalan. Beberapa macam konstruksi untuk jalan aspal, misalnya : Mc Adam, Lapis Penetrasi (Lapen), Burtu (Taburan satu lapis), Burda (Taburan dua lapis), Sand Sheet, dll. Namun hingga saat ini kita sering banyak melihat jalan aspal yang mudah rusak, kebanyakan terjadi berlubang dan ada pula yang bergelombang seperti akan mengelupas (biasanya terjadi di pertigaan dan perempatan lampu merah).
Menurut pengalaman dan sepengetahuan dari saya, ada beberapa faktor yang dapt menyebabkan jalan aspal tersebut mudah atau lebih cepat rusak, diantara lain :
• Mutu atau kualitas jalan aspal yang kurang begitu baik, hal ini menjadi faktor utama penyebab terjadinya kerusakan jalan aspal, karena bahan yang digunakan tidak baik atau diluar ketentuan Spesifikasi Teknis yang menjadi standar pedoman yang harus dipatuhi.
• Pengerjaan atau Pelaksanaannya yang tidak sesuai dengan Metode Pelaksanaan atau asal asalan, karena target waktu pelaksanaan dan ketersediaan alat berat sehingga membuat Kontraktor atau pemborong tidak begitu memperhatikan kualitas pekerjaannya. Pengerjaan yang bertepatan dengan cuaca yang begitu kurang pas atau cocok (hujan misalnya),dll
• Pengawasan yang kurang disaat pekerjaan proyek tersebut, yang berakibat apa yang dikerjakan tidak sesuai dengan apa yang menjadi prosedur yang telah ditetapkan, missal mengurangi ketebalan lapisan.
• Perencanaan yang kurang tepat, karena jenis aspal yang berbeda maka harus disesuaikan dengan kebutuhan trasportasi yang menggunakan jalan tersebut (Klas Jalan). Dan biasanya terjadi penurunan spek atau sepesifikasi karena keterbatasan dana untuk beberapa proyek atau pembagian dana yang kurang terperhitungkan oleh pemerintah
• Air yang mengalir atau menggenang di badan jalan yang tidak ada saluran dan drainase, karena system pembuangan air atau drainase yang kurang baik (buruk) akan semakin mempercepat kerusakan aspal. Musuh utama dari aspal adalah air.
• Struktur tanah yang mempengaruhi. Kalau didaerah dimana jalan-jalan yang baru dibuka, kerusakan yang dialami karena struktur tanah cukup dominan. Pada jalan-jalan baru lingkungan atau perumahan yang sebelumnya adalah sawah, kebun atau ladang seperti ini sering terjadi retak dan bahkan sampai ambles.
• Muatan yang berlebihan, semakin berat muatan akan semakin cepat terjadinya proses kerusakan aspal missal jalan desa dilalui truck tronton dan kontainer atau kendaraan berat lainnya.
• Perawatan dan perbaikan yang salah. Missal penambalan lubang pada jalan aspal dibeton mungkin dari sifat beton yang tahan air bila sudah memiliki usia pematangannya, tetapi namun harus diingat bahwa beton membutuhkan air untuk pematangannya, sedangkan air dapat membuat ikatan aspal menjadi longgar. Kita tidak bisa sembarang membersihkan lubang lalu untuk di beton. Dan yang salah dilakukan lagi adalah menambal dengan tanah ataupun sampah. Secara visual membuat jalan menjadi tampak rata tetapi secara struktur itu tidak memiliki arti, bahkan sesungguhnya membuat jalan menjadi tampak kotor dan bila turun hujan, tanah memiliki daya serap air yang besar bahkan tinggi membuat sifat spon atau menyerap air yang lebih banyak sehingga jalan semakin bertambah rusak parah.
• Bencana Alam, kalau disini bencana alam bukan merupakan faktor dominan.
Bedasarkan penjabaran dari beberapa faktor diatas, maka kita memperoleh ilmu bahwa kerusakan jalan tidak terjadi pada jalan-jalan yang sudah ada tetapi juga pada jalan yang baru atau pembuatan jalan tersebut. Sekian dulu artikel dari saya bila ada salah tulis dan menyinggung pihak manapun mohon dimaafkan semoga bermanfaat bagi semuanya, Amin.

Kategori: Sipil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *