Selamat Sore, Saya akan menyampaikan materi dengan judul Prasyarat Merencanakan Bandara, Sehubungan dengan adanya proyek Pembangunan Bandara di Tulungagung (Jawa Timur) ini juga tidak terlalu jauh dengan materi ini. Daripada kelamaan ayo kita mulai

Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi panjangnya landasan pacu (runway) di suatu bandara :

  • Angin permukaan (wind surface)
  • Temperatur (suhu)
  • Kemiringan dari landas pacu (slope)
  • Ketinggian dari lapangan terbang dari muka laut / elevasi (MSL)
  • Kondisi dari permukaan landasan

Dalam menghitung sebuah perencanaan landasan pacu harus menggunakan atau mematuhi standar ARFL (aeroplane reference field lenghth). Menurut  International Civil Aviation Organization (ICAO) atau Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, ARFL ialah merupakan landas pacu minimum yang dibutuhkan untuk lepas landas pada max certificated take off weight, elevasi muka laut, kondisi standar atmosfir, keadaan tanpa ada angin bertiup, landas pacu tanpa kemiringan (kemiringan = 0). Jadi setiap pesawat mempunyai ARFL yang berbeda beda dengan yang lain seperti yang telah dikeluarkan pabrik pembuatnya.

Angin permukaan (surface wind)
Pada kondisi angin tiupan halauan (head wind) maka landasan diperlukan lebih pendek, dan sebaliknya bila tertiup angin buritan (tail wind) landasan yang diperlukan lebih panjang. Tetapi maksimum Angin buritan (tail wind) yang diizinkan untuk bertiup adalah kekuatan dengan 10 knots.

Temperatur (suhu)
Bila temperatur lebih tinggi, maka kebutuhan untuk panjang landas menjadi lebih panjang, dikarenakan temperature yang tinggi density udaranya rendah, sehingga menghasilkan output daya dorong yang rendah. Sebagai standar dari temperatur yang dipilih nilai temperatur  di atas muka air laut sebesar :

59° F = 15° C.

Dari data ICAO panjang landasan harus dikoreksi terhadap kenaikan temperatur adalah sebesar 1% untuk setiap kenaikan 1° C atau 0,56% setiap 1° F, sedangkan untuk setiap kenaikan 1.000 m dari muka laut rata-rata temperatur turun menjadi 6,5oC atau setiap naik 1000 feet temperatur berkurang menjadi sebesar 3,6° F. Dengan dasar tersebut ICAO merekomendasikan hitungan koreksi temperatur  Ft (faktor konversi temperatur).

Ft = 1 + 0,01 (T – (15 – 0,0065 h) metric
Ft = 1 + 0,0056 (T – (59 – 0,0036) imperial
T = aerodrome reference temperatur

Kemiringan dari landasan (slope)
Bandara yang landasan yang datar atau yang menurun memerlukan landasan yang lebih pendek dibandingkan landasan yang memiliki kemiringan ke atas.

Kriteria untuk perencanaan lapangan terbang yang membatasi kemiringan landasan sebesar 1,5%. Faktor koreksi kemiringan (Fs) adalah sebesar 10% untuk setiap kemiringan 1% dan ber fungsi untuk kondisi take off pesawat.

Fs = 1 + 0,10 S
S = slope (%)

Ketinggian (Altitude) dari lapangan terbang dari muka laut / elevasi (MSL)
Berdasarkan rekomendasi dari ICAO, bahwa A.R.F.L akan bertambah sebesar 7% setiap kenaikan 300 m (1000 ft) ini dihitung dari ketinggian muka air laut. Jadi untuk rumusnya adalah Fe (Faktor koreksi elevasi).

Fe = 1 + 0,07 x (h/300) metric
Fe = 1 + 0,07 (h/1.000) imperial
h = elevasi aerodrome

Kondisi dari permukaan landas pacu
Untuk genangan air tipis (standing water) harus dihindari dari Permukaan landasan pacu, karena hal tersebut dapat membahayakan dalam operasional sebuah pesawat. Standing water dapat menyebabkan permukan menjadi licin  terhadap roda pesawat sehingga dapat mempengaruhi daya pengereman menjadi jelek dan tidak stabil. Untuk menghindari kecelakaan ini maka standing water harus berada ketebalan 0,6 – 1,27 cm. Untuk mengantisipasi hal tersebutpula , maka suatu bandara harus memerlukan sistem drainase yang baik.

hydro planning  adalah ketika Roda pesawat yang berputar di atas lapisan tipis air, koefisien pengereman pada kondisi ini juga sangat jelek, karena koefisien gesek menjadi menurun atau berkurang dan pada akhirnya menyebabkan kemampuan kemudi menjadi lepas kendali.

Berikut ini yang mempengaruhi Tebal lapisan yang menimbulkan efek hydro planning :
Bentuk kembangan ban
Kondisi ban
Texture permukaan landasan

MENGHITUNG ARFL

Data:
Direncanakan sebuah panjang landas pacu yang dibutuhkan untuk lepas landas adalah 3200 m
Elevasi di atas muka air laut adalah 120 m
Temperatur di lapangan terbang tersebut adalah 28°C
Kemiringan dari landas pacu adalah 0,6%

Soal
Berapakah panjang untuk landas pacu bila pesawat take off di ARFL?

Jawab :
Fe = 1 + 0,07 x (h / 300) = 1 + 0,07 x (120 / 300) = 1,028
Ft = 1 + 0,01 (T – (15 – 0,0065 x h) = 1+0,01 (28 – (15 – 0.0065 x 120) = 1,122
Fs = 1 + 0,10 S = 1 + 0,1 x 0,6 = 1,060
ARFL = 3200 / (1,028 x 1,122 x 1,060) = 2.618 m
Jadi panjang untuk landas pacu bila pesawat take off di ARFL adalah 2.618 m


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *