Efek Bola Salju ( Investasi )

Efek bola salju adalah menggambarkan guliran bola salju dari ketinggian (bukit) yang mulanya cuma kecil saja. Namun seiring bergulir, akan membesar, membesar, dan terus membesar. Ini karena salju-salju lainnya akan menempel pada bola salju tersebut. Sehingga pada akhirnya bola salju menjadi seukuran raksasa.
Nah, efek bola salju inilah yang menjadi tujuan dalam ber-investasi. Jadi, investasinya sedikit demi sedikit, namun seiring waktu akan terus terakumulasi hingga semakin membesar, membesar, dan membesar. Hingga akhirnya si investor menjadi kaya raya.
Seperti halnya bola salju yang terus berlipat ukurannya selama bergulir, begitu juga dengan jumlah total harta hasil investasi. Akan terus membesar jika investasi terus digulirkan.
Efek Bola Salju Investasi
Tentu saja, tidak asal menggulirkan ya. Kalo bisa asal digulirkan saja, ya semua orang sudah kaya raya pastinya. Tentu harus sesuai dengan kaidah-kaidah investasi.
Harus menguasai ilmunya terlebih dahulu dan kemudian menerapkannya secara benar dalam investasi yang dilakukan. Dengan demikianlah maka efek bola salju ini akan berjalan.

Mengharapkan efek bola salju dalam investasi juga berarti kita sadar bahwa tidak akan ada hasil instan. Semua memerlukan usaha dan proses. Tidak sim sala bim langsung mendapatkan hasil.
Mengharapkan efek bola salju juga berarti menyadari bahwa waktu berinvestasi adalah kuncinya. Semakin cepat kita berinvestasi maka semakin besar harapan akan hasilnya nanti.
Mengharapkan efek bola salju juga berarti kita harus sabar ketika berinvestasi. Harus siap untuk tidak mengganggu-gugat investasi kita dalam jangka waktu lama.
Kita harus siap membiarkan bola salju bergulir hingga terus membesar, membesar, dan membesar mencapai ukuran maksimal yang mungkin.
Selamat ber-Investasi!

Bagaimana cara kita mengetahui investasi reksadana saya sedang untungatau merugi?

Seperti ini contoh transaksi reksa dana
Cara kerja reksa dana ditentukan oleh pertumbuhan NAB per unit dari produk Reksa Dana yang Bapak pilih yang dikelola oleh Manajer Investasi.

Contoh 1 :

Saya membeli transaksi Reksa Dana Produk A pada tanggal 29 April 2015 sebesar Rp. 1.000.000,- NAB per unit pada tanggal 29 April 2015 sebesar Rp. 1.000 per unit sehingga Saya memiliki unit sebesar 1.000 unit (Nominal Pembelian : NAB per unit). Setelah 6 bulan kemudian yaitu tanggal 30 Oktober 2015 Saya hendak melakukan pencairan seluruh unit yang dimilikinya. NAB per unit tanggal 30 Oktober adalah Rp. 1.100 sehingga dana yang diterima oleh Saya adalah sebesar Rp. 1. 100.000,- (Unit X NAB per unit)

Dalam contoh diatas Saya memperoleh keuntungan sebesar Rp. 100.000 (nominal awal – nominal pencairan).

Contoh 2 :

Saya punya uang Rp.1jt dan ingin beli reksadana, pada saat itu harga per unit reksadana Rp.1000 per unit. Berapa unit pernyertaan yang saya dapatkan? Rp.1jt : Rp.1000 per unit = 1000 unit donk. Dikemudian hari, reksadana tersebut harga per unitnya naik menjadi Rp.1500 per unit. Berapa potensi keuntungan saya? 1000 unit yang bapak/ibu punya dikalikan harga reksadana yang paling update (Rp.1500 per unit) Berarti total dana Rp.1.500.000 pak/bu Potensi keuntungan saya 500rb ya. Begitu juga jika sebaliknya, di reksadana, yang kita dapatkan itu Unit Penyertaan ya pak / bu

Kita berandai2 pak, misal saya punya uang Rp.5.000.000. Dan saya ingin investasikan ke Emas Logam Mulia, pada saat itu harga emas LM Rp.500.000/ gram. Berapa gram yang saya dapat? 10 Gram kan. Nah bapak sudah menyerahkan uang bapak dan skrg bapak simpan emas LMnya ni. Dikemudian hari harga emas naik pak, menjadi Rp.600.000/ gram, (padahal dulu harga sewaktu bapak beli di Rp.500.000/gram) otomatis bapak untung? ya belum, kan bapak belum jual emas fisiknya. Begitu juga ketika ternyata harga Emas LM turun menjadi Rp.400.000/ gram, jauh dibawah harga sewaktu bapak beli (Rp.500rb/gram). Otomatis bapak rugi donk? ya belum, kan bapak belum jual emas fisiknya. Kerugian dan Keuntungan baru akan terealisasi jika kita melakukan Pencairan pak/bu atau melakukan proses jual.Sama halnya dengan invest di reksa dana, yang kita beli itu Unit Penyertaannya Jadi harga reksa dana mau kemana, kita tetap pegang unitnya pak/bu